Membaca Partisi Linux Dari Windows Dengan Ext2Read

Beberapa rekan yang doyan mengoprek komputer pasti mempunyai PC atau laptop yang didalamnya ter-install dual operating system, misalnya Linux dan Windows. Lalu bagaimana sistem penyimpanan data anda? Pada partisi Linux atau Windows? Jika anda aktif pada sistem Linux, explore partisi windows dapat dilakukan dengan aplikasi ntfs-3g (dalam hal ini tidak saya bahas, karena sudah banyak artikel yang memuat hal ini).

Lalu bagaimana jika yang aktif adalah sistem Windows dan kita hendak meng-explore partisi Linux? Anda dapat menggunakan aplikasi Ext2Read. Dapat membaca partisi Linux berformat Ext2/Ext3/Ext4, aplikasi dengan ukuran 3,8 mb ini dalam penggunaanya tidak perlu proses install. Interface-nya sederhana dan praktis untuk melakukan proses copy file dari partisi Linux ke Windows. Klik file yang akan di-copy, lalu pilih menu/button “Save”, atau dapat langsung klik kanan pada file dan pilih “Save”, dan simpan pada partisi Windows.

Spesifikasi Uji :

– Dual Operating System Windows XP SP2 & Ubuntu 9.04

Advertisements

…File is missing or corrupt \WINDOWS\SYSTEM\CONFIG\SYSTEM

Windows XP dapat memproteksi system registry-nya dari kerusakan lebih parah sebagai akibat dari virus, software atau instalasi driver yang tidak sesuai dengan system registry. Hal ini biasa kita temui bila pada saat start muncul message “Windows XP could not start because the following file is missing or corrupt: \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM” atau “\WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE “.

Untuk memperbaiki file system yang rusak tersebut, maka kita harus boot komputer menggunakan CD installer Windows XP. Pada saat “Wellcome to Setup” muncul, tekan “R” untuk masuk ke recovery console dan lakukan langkah-langkah sebagai berikut :

  • masukkan password administrator
  • pada command prompt, ketik perintah sebagai berikut (tekan enter untuk setiap baris)

delete c:\windows\system32\config\system
delete c:\windows\system32\config\software
delete c:\windows\system32\config\sam
delete c:\windows\system32\config\security
delete c:\windows\system32\config\default

  • Perintah diatas menghapus file-file system yang diperkirakan mengalami kerusakan
  • Setelah itu ketikkan perintah sebagai berikut :

copy c:\windows\repair\system c:\windows\system32\config\system
copy c:\windows\repair\software c:\windows\system32\config\software
copy c:\windows\repair\sam c:\windows\system32\config\sam
copy c:\windows\repair\security c:\windows\system32\config\security
copy c:\windows\repair\default c:\windows\system32\config\default

  • Perintah diatas meng-copy kembali file system yang dihapus
  • Restart komputer dengan perintah “exit”

Namun pada kasus yang saya alami, booting CD installer Windows XP tidak sukses dan muncul “Blue Screen of Death”, sehingga gagal masuk ke recovery console. Dalam hal ini saya terpaksa memindahkan hardisk dan menjadikan slave di komputer yang lain, sehingga isi hardisk tersebut dapat di-explore, di-delete dan di-copy dengan bantuan komputer lain. Atau bila komputer kita adalah Dual Operating System, maka kita bisa melakukan hal diatas dari OS yang satu lagi.

– Dipraktekkan dari : http://support.microsoft.com/kb/307545

Mengatasi Unmountable_boot_volume di BSOD (Blue Screen of Death) Windows XP

BSOD (Blue screen of death) atau layar biru pada saat booting ataupun running windows menandakan bahwa ada hardware atau software yang tidak bekerja dengan semestinya. Bila kita baru menambahkan perangkat dan software baru, solusinya kita bisa mencopot hardware yang baru kita pasang dan meng-uninstall driver software-nya. Lalu bagaimana bila pada saat starting windows langsung muncul BSOD dengan salah satu messagenya “UNMOUNTABLE_BOOT_VOLUME” ? Bisa jadi file BOOT.INI sistem windows rusak atau boot sector hardisk rusak. Bila kita bisa masuk ke safe mode mungkin tidak menjadi masalah. Namun bila tidak bisa, kita bisa melakukan hal berikut :

  • Boot ulang komputer dengan CD installer Windows XP
  • Ketika pilihan “Install” dan “Recovery Console”, pilih “R” untuk masuk ke recovery console
  • Bila muncul pertanyaan mengenai password, masukkan password administrator, akan muncul command prompt “C:\>”
  • ketik di command prompt C:\>CHKDSK /P

Proses checking dan repair akan dilakukan, dan setelah selesai akan ditampilkan report dari hasil check dan repair. Bila diperlukan, setelah proses di atas ketikkan C:\>FIXBOOT, untuk memperbaiki boot sector. Ketik EXIT, dan windows XP akan kembali normal.

Dipraktekkan dari :

http://www.ehow.com/how_4937440_fix-unmountablebootvolume-blue-screen-death.html

Problem Install Windows XP di Compaq V3000 Series

Hampir semua notebook saat ini telah menggunakan teknologi SATA drive. Bagi yang menginginkan sistem operasi Windows XP di notebook dengan teknologi ini terkadang menimbulkan kesulitan dan masalah tersendiri. Ini saya alami ketika harus merepair laptop seorang kerabat yang notebook-nya (Compaq Presario V3000 Series) bermasalah, yaitu pada saat setelah boot windows-nya selalu log off, kemudian login lagi terus-menerus. Setelah scanning antivirus tidak menemukan hal yang mencurigakan, sampailah pada kesimpulan bahwa windows mengalami crash dan harus repair, bahkan kemungkinan install ulang.
Masalah dimulai ketika instalasi windows mengalami “blue screen” saat memulai install dengan message bahwa ada kerusakan (damage) atau ketidak cocokan driver (hardisk) dan proses berhenti begitu saja. Tanya sana-sini menghasilkan informasi bahwa notebook dengan SATA drive harus diinstall minimal dengan Windows Vista. Lalu bagaimana bila menginginkan install Windows XP? Cara yang paling gampang adalah menggunakan USB floppy disk. Download SATA driver dari situs HP/Compaq dan extract pada floppy disk. Pada saat proses instalasi ada permintaan tekan F6 untuk install SATA driver dan arahkan pada USB floppy disk yang sudah terisi file SATA driver.
Lalu adakan cara lain tanpa menggunakan floppy disk? Ada. Walaupun cara ini sedikit rumit namun tidak membutuhkan USB floppy drive (yang sangat jarang kita dapatkan). Prosesnya adalah kita membuat master installer Windows XP Service Pack 3 dan mengintegrasikan dengan SATA drive (Baca artikel sebelumnya : “Mengintegrasikan Windows XP dengan Service Pack 3”).
Bila “blue screen” tidak lagi muncul, namun driver yang kita integrasikan tidak cocok, pada proses instalasi (dalam hal ini) akan muncul warning bahwa hard drive tidak ada (tidak dikenali). Kalau ini terjadi, kita harus download SATA drive yang sesuai dengan tipe notebook dan proses integrasi antara Windows XP dan SATA drive diulangi kembali sampai hard drive dapat dikenali oleh Windows XP dan instalasi dapat diselesaikan.

Sumber :
http://paparadit.blogspot.com/
http://gyeezone.blogspot.com/

NB :
– link download SATA Driver Compaq Presario V3000 Series : ftp://ftp.hp.com/pub/softpaq/sp36001-36500/sp36131.exe

Mengintegrasikan Windows XP dengan Service Pack 3

Microsoft telah merilis Service Pack 3 untuk Windows XP yang dapat di-download secara free. Kita dapat mengintegrasikan service pack tersebut menjadi satu bootable Windows XP. Dalam hal ini kita membutuhkan aplikasi freeware bernama nLite. Karena aplikasi ini berbasis .Net maka .Net Framework 2.0 harus sudah terinstall di komputer kita. Setelah nLite dan Service Pack 3 di-download berikut langkah-langkahnya :
– buat folder di root drive (D atau E), misalnya xp, nama harus tanpa spasi
– copy seluruh isi CD Windows ke folder tersebut
– buka nLite dan browse path dimana isi cd windows di-copy, klik next
– muncul windows load previous setting, lewati dengan meng-klik next
– muncul windows Task Selection, dalam kasus ini kita akan memilih task “Service Pack” untuk mengintegrasikan Service Pack dengan Windows XP
– kita juga dapat mengintegrasikan driver SATA agar windows dapat dipakai untuk instalasi notebook yang memakai SATA drive dengan memilih task “Driver”
– kita juga harus memilih task “Bootable ISO” agar disk nantinya bootable
– setelah memilih ketiga task tersebut klik next
– setelah pertanyaan konfirmasi, nLite akan mengintegrasikan Windows XP dengan Service Pack 3. Bila berhasil akan muncul informasi bahwa integrasi sukses, klik OK
– proses selanjutnya adalah mengintegrasikan SATA drive (dalam hal ini diasumsikan bahwa SATA driver sudah di-download dan di-extract), dengan klik button insert, pilih “Multiple Drive Folder” dan double klik pada folder dimana folder extract dari SATA driver berada, select semua file pada directory tersebut dan klik OK.
– Klik next dan jawab “Yes” untuk konfirmasi proses integrasi driver.
– Proses terakhir adalah pembuatan Bootable ISO, yaitu menyimpan Windows XP yang sudah terintegrasi tersebut ke file image atau langsung burning ke disk dengan memilih pada menu dropdown. Untuk proses langsung burning ke disk, setelah proses burning, disk dapat segera dipakai untuk install Windows XP SP 3.

Sumber :
http://www.bablotech.com/

NB :
– link download nLite : http://download.softpedia.com/dl/303e7b4cf7ef7c309a4d1ace644d10e2/4a4b6e83/100012443/software/tweak/nLite-1.4.9.1.installer.exe
– link download Service Pack 3 : http://download.microsoft.com/download/d/3/0/d30e32d8-418a-469d-b600-f32ce3edf42d/WindowsXP-KB936929-SP3-x86-ENU.exe

Install Ulang GRUB Bootloader di Ubuntu-Windows XP

Mereka yang doyan mengoprek komputer pasti sudah tidak asing dengan metode install dual OS (Operating System) Linux-Windows. Yaitu dengan menginstall Windows terlebih dahulu selanjutnya install Linux, dan Linux akan mengenali OS (Windows) yang sudah terlebih dahulu di-install.

Bagaimana bila di kemudian hari kita harus menginstall ulang windows di komputer tersebut? Bila kita install ulang, windows tidak akan mengenali OS lain (linux) yang sudah ada, dan kita tidak bisa memilih OS yang mana yang akan kita pakai seperti sebelum windows di-install ulang. Lalu bagaimana? apakan kita harus buang dahulu Linux-nya? tidak perlu. Kita hanya perlu install ulang GRUB bootloader-nya. Berikut caranya (Diasumsikan anda sudah menginstall ulang windows) :

– Booting lewat CD Ubuntu – Masuk ke console/terminal (Application->Accessories->Terminal) – ketik “sudo grub” (tanpa tanda petik) – akan muncul command prompt “grub>”

– ketik “find /boot/grub/stage1” muncul informasi “hdX,Y” (X dan Y adalah nilai numeris dari device)

– ketik “root (hdX,Y)”

– ketik “setup (hd0)”

– ketik “quit”

– restart komputer

Dan Grub bootloader akan muncul kembali sama seperti saat sebelum windows belum di-install ulang.

Remove virus dengan Avira Antivir Rescue Disk

Setelah selesai install windows XP di salah satu komputer di pabrik, saya tidak segera install antivirus karena kesibukan hal yang lainnya. Ternyata ini mejadi masalah karena besoknya komputer tersebut sudah terinfeksi virus dan kemungkinan dari USB flash disk. Hal ini saya ketahui ketika saya coba install antivirus (Avira, AVG) ditolak. Indikasinya adalah beberapa file ‘.dll’ gagal diinstall. Begitu juga ketika membuka ‘regedit’ dan ‘msconfig’ tidak keluar window apapun. “add and remove program”, “system restore” juga gagal berfungsi. Dan yang menjengkelkan, ketika saya coba jalankan PCMAV (PC Media Antivirus), komputer langsung restart. Sejenak terpikir untuk install ulang. Tapi saya coba clean dengan Avira Antivir Rescue Disk. Setelah download dari http://dl.antivir.de/down/vdf/rescuecd/rescuecd.exe, burn file tersebut ke CD (dengan menu ‘burn image’) sehingga menjadi bootable CD. Jalankan komputer dengan priority boot dari CD tersebut. Pertama kali booting akan muncul pilihan boot dari disk atau hardisk, pilih no.1. Pada kasus ini konfigurasi saya ubah konfigurasi scan menjadi scan dan karantina/ubah nama file yang terinfeksi. Setelah selesai dengan proses ini komputer saya re-boot. Dampaknya ada beberapa file terinfeksi yang sudah di-rename gagal di-load pada saat start. Baiknya saya sudah bisa install antivirus. Pertama kami saya jalankan PCMAV dan bisa memperbaiki file yang terinfeksi virus. Dan seterusnya saya bisa install Avira Antivirus dan seluruh sistem windows bisa berjalan dengan normal.

Previous Older Entries